Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Dinas Perpustakaan dan Arsip Gelar Literasi Ekonomi

Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Jawa Timur bersama Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Blitar melaksanakan Literasi Ekonomi Melalui Peningkatan Ketrampilan Rajut Tali Ukur. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (26/2/2020) di Kantor Dinas Perpustakaan Arsip Kabupaten Blitar Jalan Raya Kediri-Blitar, No 9-12 Jatilengger, Ponggok.

Kegiatan literasi ekonomi merupakan program rutin dari Dinas Perpustakaan dan Arsip. Kegiatan kali ini diikuti oleh 25 orang yang merupakan masyarakat dari 5 desa di Kecamatan Ponggok. Di antaranya Desa Bendo, Kawedusan, Jatilengger, Candirejo dan Maliran.

Kepala Bidang Layanan dan Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Blitar, Yohanes Dias Joyoharjo, menyampaikan kegiatan yang dilaksanakan kali ini merupakan implementasi transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial.

“Di kegiatan ini kami melatih agar masyarakat terampil, karena perpustakaan sekarang itu bukan dia datang lalu membaca buku saja. Tapi setelah membaca yang bersangkutan bisa bertransformasi dengan pengetahuan yang dia dapatkan itu. Harapannya, setelah bertransformasi, masyarakat bisa mendapatkan nilai tambah ekonomi,” ungkap Yohanes.

Dikatakannya, kegiatan ini merupakan program dari provinsi yang bersinergi dengan Kabupaten Blitar. Rencananya, ke depan kegiatan semacam ini akan dilaksanakan merata di seluruh kecamatan di Kabupaten Blitar.

“Kegiatan seperti ini setiap bulan kami adakan. Rencananya dalam setahun ini, setiap bulan kami adakan untuk kecamatan-kecamatan secara bergilir. Dan tahun depan akan kami tingkatkan,” paparnya.

Lebih dalam Yohanes menyampaikan, buku adalah jendela dunia. Dengan membaca, orang akan jadi banyak tahu dan bertambah ilmu pengetahuan. Oleh sebab itu, Pemkab Blitar tak henti-hentinya mendorong program-program literasi agar masyarakat semakin gemar membaca.

“Dengan membaca ini, kami harapkan visi-misi Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati bisa sukses. Membaca merupakan salah satu cara menciptakan SDM unggul. Membaca akan mendorong masyarakat di Kabupaten Blitar ini semakin cerdas,” tandasnya.

Sementara itu, pustakawan ahli utama Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Jawa Timur Sudjono dalam kesempatan ini menyampaikan, budaya baca di Jawa Timur mengalami peningkatan sebesar 72,74 persen. Angka ini berada di atas rata-rata nasional sebesar 63 persen. Oleh sebab itu, dirinya berharap sinergitas antara Pemprov Jatim dan Pemkab Blitar dalam  menjalankan program literasi ekonomi ini dapat berkelanjutan.

“Kegiatan ini merupakan program nasional sekaligus perwujudan dari Nawacita yang kelima, yakni mencerdaskan manusia,” katanya.

Sudjono berharap, tingginya budaya membaca berpengaruh terhadap perkembangan industri ekonomi kreatif yang output-nya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami berharap, dengan kegiatan ini, masyarakat Blitar bisa meningkatkan kompetensi dan keterampilanya dimulai dari membaca. Semisal di sini ada ikan koi, kemudian produk-produk UMKM. Kemudian program Ibu Gubernur itu ada one pesantren one product. Dari hasil baca ini, kami harapkan akan muncul produk unggulan yang dihasilkan. Misal hari ini ada 5 desa, kita dorong masing-masing desa itu nanti literasi ekonominya akan muncul, misal ternak ikan koi, kemudian hari ini seperti tema kita yakni rajut tali ukur,” tandas Sudjono.

Scroll to Top